‘Dark’ Fiber Optic Kabel Dapat Mengukur Kekuatan Gempa, Benarkah?

Para Ilmuwan sedang mengembangkan “dark-fibers” sebuah kabel optik yang dapat digunakan menangkap gelombang suara yang bergerak di tanah atau yang lebih dikenal sebagai sinyal gempa bumi

Ribuan mil panjang fiber optik dibawah tanah manjadi akan sangat potensial untuk dipegunakan sebagai sensor, Para peneliti dari Lawrence Berkeley National Lab berkolaborasi dengan Universitas California telah melakukan percobaan melalui teknik baru yang dapat menghasilkan teknik pengukuran ber-akurasi tinggi pergeseran kerak bumi

Mengukur getaran permukaan bumi adalah upaya yang sulit — beberapa tempat yang secara seismik aktif memiliki banyak sensor, sementara tempat yang jauh dari lempeng tektonik mungkin hanya memiliki sedikit. dan yang menjadi kendala adalah akan sangat sulit untuk mengukur aktivitas seismik di daerah dengan gempa bumi yang disebabkan oleh fracking

Terminologi terbaru yang sedang dikembangkan para peniliti yaitu “distributed acoustic sensing,” yang menggunakan pulse sinar laser untuk mendeteksi getaran-getaran sepanjang kabel fiber. Peneliti menempatkan sebuah unit yang bernama Interrogator sepanjang kabel fiber, mengirimkan dan mendeteksi denyutan sinar infrared. tensi kecil sebagai induksi aktivitas seismic mengakibatkan sinar laser direfleksikan dan dipantulkan kembali ke sensor. dengan mengirimkan denyutan yang terus menerus dijadika para peniliti untuk menentukan perubahan pancaran cahasa dari waktu ke waktu kemudian diukur kecepatannya dan disinilah diketahui lokasi terjadinya seismik

Peneliti mencoba mendistribusikan acoustic sensing technique ke seluruh dunia, mereka memasang Interrogator sepanjang kabel fiber sepanjang 13.000 mil di Amerika bagian timur. Para peneliti juga mengamati secara khusus sepanjang 27 km (17 mil) Sacramento barat, California dan sudah mengumpulkan data mulai 28 Juli 2017 sampai dengan 18 Januari 2018.

Merak berhasil mampu menginterpretasikan data kecepatan gelombang yang melalui permukaan bumi, dan mereka bahkan mengukur dan merekam gempa yang terjadi di Mexico. menurut sebuah paper yang ditulis dalam jurnal ilmiah, mereka berharap menggunakan metode tersebut untuk menentukan lokasi dibawah laut akan tetapi untuk saat ini percobaan tersebut masih mempu mengukur getaran kereta api dan truk yang melintas. Mudah-mudahan kedepannya sesuai dengan yang diharapkan.

Akankan metode ini menjadi alternatif sebagai solusi di masa yang akan datang?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *