Inilah Fitur Unggulan Wine 4.0

Pengguna linux pasti pernah mengetahui dan atau bahkan menggunakan wine sebagai emulator aplikasi berbasis windows, Banyak aplikasi pandanan yang ada di linux tetapi banyak juga yang tidak tersedia di Linux dan wine dapat menjembatani hal tersebut. Terlalu galau belum bisa move on dari game windows mengakibatkan mod yang buruk yang berdampak pada kesehatan, lemah, letih mungkin juga lesu disertai bibir pecah-pecah. Oh tidak sekarang kita tidak pelu kuatir. Dengan wine kita bisa menikmati game window di Linux, bahkan aplikasi favorit juga memungkinkan untuk kita boyong ke Linux kita. Yessss pancen Linux Tenan (red: L-inuk a.k.a Enak)

Dan jika ada yang mabuk kepayang dengan wine, Software ini memungkinkan kita manjalankan aplikasi misal iTunes, Winamp, bahkan mungkin dengan sedikit trik dapat menikmati MS Office sebagai aplikasi sejuta umat yang wajib ada di setiap PC.

Berikut fitur di Wine 4.0

Penambahan fitur Wine 4.0 menurut pengumuman resminya official announcement:

  • Mendukung Vulkan.
  • Mendukung Direct3D 12
  • Mendukung Game controllers.
  • Mendukung High-DPI di Android.

Kabar Gembira juga bagi para gamers

So, this is a very imporant list of upgrades – atleast if you are gamer, Vulkan support and Direct3D 12 support is a big deal. Although, you need a GPU which supports that.

Beberapa fitur Direct3D 10 dan 11 yang telah diimplemantasikan:

  • Multi-sample textures and views, as well as multi-sample resolves.
  • Per-sample fragment shading.
  • Support for 1D textures.
  • Draws without render target views or depth/stencil views.
  • Multiple viewports and scissor rectangles per draw.
  • Depth clipping control.
  • Depth bias clamping.
  • Stream output without geometry shaders.
  • Several more capability queries.
  • Several more resource formats.

Bagaimana Cara Intall Wine 4.0

Sebelum menginstall versi ini disarankan untuk menghapus versi sebelumnya untuk menghindari konflik dan WineHQ key repository key telah berubah untuk melihatnya bisa kunjingi download page sesui dengan distribusi linux masing-masing.

Source Wine 4.0 tersedia di web official website. Panduan bisa di baca di building wine 

Cara Wine 4.0 di Ubuntu dengan perintah berikut

Pertama Download official Wine repository key :

sudo apt-key add winehq.key

Catatan: Check Versi Ubuntu terlebih dahulu.

Jika kita megggunakan Ubuntu 18.04 atau Linux Mint 19.x, gunakan repositori berikut:

sudo apt-add-repository ‘deb https://dl.winehq.org/wine-builds/ubuntu/ bionic main’

Jika kita megggunakan Ubuntu 18.10 gunakan repositori berikut:

sudo apt-add-repository ‘deb https://dl.winehq.org/wine-builds/ubuntu/ cosmic main’

Jika kita megggunakan Ubuntu 16.04 atau Linux Mint 18.x gunakan repositori berikut:

sudo apt-add-repository ‘deb https://dl.winehq.org/wine-builds/ubuntu/ xenial main’

Selanjutnya

sudo apt update && sudo apt install –install-recommends winehq-stable

Atau Cara Lain

Lankah 1: Enable 32 bit architecture

Jika kita berjalan 64-bit system, enable support for 32-bit

sudo dpkg --add-architecture i386 

Langkah 2: Download dan add the repository key:

Install wget jika belum ada di sistem kita.

sudo apt-get -y install wget

Kemudian download dan add repository key:

wget -qO - https://dl.winehq.org/wine-builds/winehq.key | sudo apt-key add -

Langkah 3: Tambahkan Wine repository

setelah import key, dilanjutkan dengan menambahkan repositori.

sudo apt-add-repository 'deb https://dl.winehq.org/wine-builds/ubuntu/ bionic main'

Update apt index

sudo apt-get update

Langkah 4: Install Wine 4 on Ubuntu 18.04 / Linux Mint 19

sudo apt-get update
sudo apt install --install-recommends winehq-stable

Cek versi Wine:

$ wine --version
wine-4.0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *