Ulasan Distro GoUNBK

Pada artikel sebelumnya Go Unbk, Distro Linux Untuk Solusi UNBK Sekolah yang mengulas tentang sebuah distro linux yang diperuntuk sebagai Server Diskless untuk klien UNBK.

Berikut review videonya

Setelah dishare ke beberapa komunitas group unbk ternyata mendapat banyak sekali tanggapan positif, dan kali ini kita ambil beberapa pertanyaan yang sangat mendasar yang muncul di beberapa komunitas

Bagaimana Topologinya ?

atau bisa juga seperti berikut

GoUNBK server ini berupa disk image VMDK yang tentu saja kompatibel dengan Virtualbox. Di sini kami menggunakan Virtualbox dengan seting VM sebagai berikut

Untuk alokasi RAM pada VM GoUNBK bisa minimal 512 atau lebih disesuaikan dengan perangkat

GoUNBK adalah server diskless maka untuk memahami cara kerja bisa kita simak di kutipan berikut

Jaringan Diskless sendiri merupakan sebuah jaringan yang hanya terdapat satu media penyimpanan hard disk, yaitu komputer server yang telah mengijinkan klien yang tidak memiliki media penyimpanan seperti hard disk untuk tetap bisa mengaktifkan sistem operasi.

Setelah Anda mempersiapkan semua peralatan tersebut, pahami cara kerja diskless server berikut ini.
Booting lewat jaringan

Ini merupakan sebuah konsep yang sudah lama. Ide dasar dari booting lewat jarnan adalah menggunakan komputer client dengan kode booting dalam memory non – volatile atau ROM chips seperti BOOTP. Ini dilakukan untuk mendapatkan  sistem seperti file root server dalam suatu jaringan yang tidak dilengkapi dengan media penyimpanan
Teori sistem diskless

Dalam setiap jaringan, setiap komputer pastinya akan terhubung dengan komputer lain. Setiap komputer akan mengalami proses pertukaran data yang kompleks. Nah, ada beberapa hal yang harus dipenuhi oleh komputer-komputer dalam suatu jaringan diskless yaitu:
Network Card
Image kernel
IP Address
File sistem

Untuk mencapai bentuk diskless, komputer client akan dianggap tidak memiliki hard disk. Dengan demikian, komputer client akan menggunakan nomor unik atau MAC untuk mendapatkan file sistem server. Protocol kemudian akan digunakan untuk melakukan penerjemahan alamat hardware ke IP address menggunakan BOOTP.

Ketika proses BOOTP sedang terjadi, maka komputer client akan mendownload kernel yang ada di server. Ketika kernel telah berhasil didownload, maka akan terjadi proses inisial dari perangkat keras. Akhirnya, komputer pun akan membutuhkan sistem root.

Ketika komputer melakukan sistem root, maka komputer akan membutuhkan NFS. Dengan menggunakan NFS komputer, maka client dapat menjalankan sistem jaringan. Secara sederhana, komputer client akan menjalankan sistem operasi yang telah di download dengan menggunakan bantuan protocol TFTP.

Sumber : https://www.initialboard.com/apa-itu-diskless-server

Berikut beberapa capture testimoni beberapa rekan-rekan di facebook

Kedepannya kita masih membutuhkan untuk di ujicoba di Simulasi Ke 2. Bagi rekan-rekan silahkan ditunggu komentar dan diskusinya

Thank to Maman Sulaeman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *